Sebuah mobil terlihat memarkir di pinggiran sebuah bangunan besar. Perpustakaan yang berdiri sejak tahun 1950 ini sekarang sudah tampak diperbesar. Bahkan menyerupai bangunan Puri di atas bukit.
"Ini perpustakaannya?" Fals berseru pada keempat temannya yang merasa terkesima juga memandang bangunan tua dihadapannya.
"Iya... Kita masuk aja yuk! Kebetulan temanku udah nunggu di perpustakaan," Achi melangkah mengajak ketiga temannya.
Pintu perpustakaan terkuak lebar sehingga terlihat jelas seisi perpustakaan yang dipenuhi rak buku tinggi. Seorang gadis melambai-lambaikan tangannya kearah Achi. Fals, Nadine dan Tyro sendiri cuma bengong mengikuti langkah Achi. Mungkin karena bangunan tua ini begitu besar.
"Oh ini temen lo? Mieke khan??" Tyro sedikit berujar.
"Lo udah kenal?" Achi sedikit menyelidik.
"Ya...iyalah... dia tetangga gua tau!!" Tyro menjawab sambil nyengir.
Akhirnya pembicaraan panjang menghiasi suasana perpustakaan. Fals mulai semangat memandangi dan membuka semua isi buku-buku bersejarah yang tersembunyi di dalam rak-rak besar. Maklumlah... Fals khan historyholic banget! Semua hal-hal yang berbau sejarah pasti dia cari tahu. Inilah sebuah kesempatan yang berharga baginya.
Tyro, yang bisa dibilang teman setianya Fals terpaksa lihat-lihat buku yang menurutnya nggak penting dan nggak ada untungnya buat dia. Padahal dia tau kalau nilai pelajaran sejarahnya buruk banget.
Perpustakaan kini terasa sepi, inilah suasana yang nyaman buat siapa saja yang berkonsentrasi baca. Tapi tiba-tiba.....
“Aduh....apaan sih ini yang buat kepala gue sakit?!!” Tyro tiba-tiba meringis.
“Tyro!! Elo bisa nggak sih diem?! Ini perpustakaan!!” Nadine yang lagi serius merasa terganggu.
“Sorry..Sorry..”
“Heh!! Ini apaan....Hiy....Kok bukunya..???” belum Nadine membalikkan halaman buku yang dibacanya, Tyro berteriak keras.
“Eh, siniin bukunya...Kok aneh sih.... Hmm.. baunya bau tanah, kayak udah lama..” Fals merebut buku kecil itu dari genggaman tangan Tyro.
Achi dan Nadine tertarik dengan ucapan Fals tadi dan beranjak dari tempat duduknya.
“Ini sih kayak buku diary zaman dhulu...”
“Iya, uyut gue punya lho!!” Nadine bergurau.
“Apaan sih, pada ngumpul disitu?” Mieke menoleh kearah keempat temen barunya.
“Buku kecil... Kayak udah tua.. Coba deh buka....” Mieke meraih buku kecil itu. Mencoba membuka kancingnya.
“Uhh... susah banget!! Ada lemnya bukan? kok bukunya susah banget dibuka....?” Mieke berusaha membuka buku kecil tua itu, tapi tidak bisa.
“Sini.. sini...sama gue aja..” Tyro mulai menawarkan diri.
“Uuuh.... kok susah banget sich.... Padahal udah gue keluarin kekuatan super nih.....” tetap saja bukunya tak bisa terbuka.
"Ya udahlah... biar aku aja deh yang bawa,"
Buku harian tua misterius itu dimasukkan Fals ke dalam tas punggungnya. Mungkin saja bisa jadi suatu kejadian baru yang selama ini ditunggu-tunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar