aku mau pucuk-pucuk daun itu kembali
yang dulu tertanam tanpa ada ketakutan
yang dulu tertanam tanpa ada kegelisahan
yang dulu tumbuh tanpa ada kecurigaan
ataukah sudah terlambat?
atau akhirnya telah terkoyak kenyataan?
(kenapa pandangan itu, gerak-gerik itu selalu begitu menusuk hati? Tiba-toba waktu buna bermekaran sekejap ditumbuhi duri?)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar