seandainya aku layak,
aku membuka lembar pagi-pagi kita di sepertiga malam. Membasuh mimpi dengan kenyataan yang indah. Bersama melantunkan doa untuk masa depan kita
Seandainya aku bisa,
kurajut pagi itu mendengar lantunan dzikir dan bacaan ayat-ayat suci. Kita saling mengamati, membetulkan dan kembali mengulang. Aku pasti ridu suaramu, mendamaikan nurani.
Seandainya,
aku bisa disampingmu, kusiapkan pagi itu semuanya. Mengantarmu sampai daun pintu, mengecup tanganmu dan berharap Allah selalu menjagamu, menjaga kita :)
Seandainya aku layak,
senja itu aku sambut bahagia kepulanganmu dengan senyum merekah.
aku selalu merindukanmu seharian ini!
Aku akan hapus semua peluhmu, lelahmu.
Setelah petang meringkuk, mengundang rembulan, aku dengar kau khusyuk membaca, mengulang ayat-ayat quran. Aku kembali menyimak. Bukan, tapi kita berdua. Lantunan syahdu itu...
Seandainya aku bisa,
malam itu untuk kita berdua, memandang bintang dan benderan rembulan di beranda rumah kita. Ada gelak tawa, dekapan dan tutur bijak kita.
Hanya, seandainya aku layak mendampingimu
(namun, tak menutup kemungkinan, ketika aku tahu ternyata semua bukan tentang aku; kita)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar