hanya lembar-lembar kertas bisu
kalian semakin menentang!
sementara aku hanya bisa menulisnya pada lembar-lembar kertas yang selamanya bisu membaca semuanya
tak ada tempat bercerita lagi, kusimpan ini sendiri dalam kotak hati yan masih tenggelam. Siapa yang bisa membantu?
dalam mimpi-mimpiku kini, kudapati tak ada arti
meski semalaman aku dibasuh derai-derai air mata (kau tahu, tak pernah berhenti)
menghilang! apa untuk menghindar? sampai seperti inikah?
hanya aku mampu dan harus menuliskan curahan ini
hanya lembar-lembar kertas bisu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar