Pelosok Gaza menyerukan kekuatan takbir.
“Allahu Akbar!!”
Siang tadi, baru saja dimakamkan seorang syuhada yang tertembak saat melawan tank-tank besar milik tentara Yahudi. Tak ada tangisan histeris, hanya ada tangis haru yang menyelimuti keluarganya.
Fariz, namanya. Dia seorang bocah cilik, baru saja akan menginjak hari-hari penuh rahmat pada ramadhan esok. Tapi, Allah memanggilnya lebih cepat dari yang hati kecilnya kira. Allah lebih menyayanginya, mengahantarnya ke surga sebagai shyuhada lebih cepat.
Kini adzan maghrib sudah berkumandang, mentari telah padam di ufuk barat. Kendaraan-kendaraan di pelosok Gaza, Palestina sudah mulai berhenti.
Bulan di langit Gaza terlihat merah, seakan banyak kebencian pada kota ini. Kebencian para zionisme pada keislaman, serta kebencian mereka pada sebuah moment yang berharga.
Banyak sajadah yang dihamparkan pada tanah kosong berdebu. Adzan yang tadi mengema kini hening, hanya terucap alunan syahdu ayat-ayat Allah. Kini para pejuang Gaza bisa tenang sejenak. Menghayati, memaknai hari esok. ramadhan yang penuh perjuangan.
Tiba-tiba dentuman keras mengoyak keheningan doa, rembulan lenyap, hilang ditelan awan. Besok ramadhan di Gaza akan menjadi ujian yang berat, gelap, harum darah syuhada.
engga nyangka saya punya sinopsis cerita ini hohoo . lanjut ah buaaat !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar